Kondisi Mereka Yang Terkena Depresi
Depresi merupakan sebuah gangguan psikologis yang terkait dengan adanya suasana hati (mood) sedih yang mendalam, gangguan pikiran, serta timbulnya kondisi psikosomatis yang berkepanjangan tanpa diketahui penyebabnya.
Berikut terdapat gejala-gejala yang muncul saat seseorang menderita depresi:
- insomnia; secara normal seseorang akan tidur dalam 7-8 jam sehari, tidak mudah terbangun, san saat bangun akan merasa segar. Namun pada mereka yang mengalami depresi akan susah mengawali tidur (masuk tidur). Waktu antar individu bervariasi; tapi dapat dipastikan penderita depresi membutuhkan waktu yang sangat lama. hal ini disebabkan oleh kegelisahan yang dirasakan. Ketika mereka sudah dapat tidur, dalam waktu yang relatif singkat akan terbangun kembali, entah karena suara-suara yang dianggap berisik atau sesuatu yang membuatnya tidak tenang dalam tidur. Untuk tidur kembali sesuatu yang sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Dalam pikiran penderita, hal ini sangat tidak mengenakkan dan terasa melelahkan sehingga saat pagi hari tidak merasa segar. Dalam tidur penderita depresi biasanya akan diwarna dengan mimpi-mimpi buruk yang menakutkan, dikejar-kejar orang, peperangan, perkelahian, serta hal-hal lain yang bersifar agresif. Bahkan tidak jarang mimpinya bersifat nonpersonal, misalnya bertemu dengan orang-orang yang sudah mati, pergi ke tempat yang sangat sepi, dan dalam keadaan sendirian.
- anxietas; kecemasan dapat menimpah siapa saja. Akan tetapi sangat berbeda dengan mereka yang menderita depresi. Keadaan yang sangat menyedihkan, menakutkan akan datang secara tiba-tiba dalam waktu yang relatif lama dan intensitasnya tinggi tanpa diketahui penyebabnya. Pada saat itu penderita akan kehilangan konsentrasinya, stres, tegang, tak bisa santai, sehingga akan mengganggu aktivitas hariannya. Selain itu, gangguan somatik juga akan dialaminya sebagai transformasi dari kondisi psikis ang dideritanya. Tidak sedikit di antara mereka yang merasa terganggu jantungnya, pencernaannya, keadaan seksualitasnya, sakit kepala, berkeringat dingin, gemetar dan sebagainya. Padahal setelah dicek kondisi fisiknya, mereka sehat-sehat saja. Kondisi ini dikenal dengan penyakit psikosomatik.
- gangguan afek; Pada penderita depresi ringan biasanya gangguan afek masih belum terlihat. Namun untuk mereka yang terkena depresi berat akan muncul misalnya *disforia (ditandai dengan hilangnya afeksi, tekanan mental, sedih yang mendalam, sehingga tidak bisa berkomunikasi secara emosional dan seringkali menarik diri dari lingkungan sosialnya. *anhedonia (ketidakmampuan menikmati kesenangan terhadap apa yang biasanya dapat menimbulkan perasaan senang bagi dirinya). *gangguan konsentrasi. Afek yangn rendah akan menurunkan konsentrasi seseorang. mereka akan mengeluh susah memusatkan perhatian, sulit memahami sesuatu, pikirannya buntu, bicaranya ngawur, serta mudah lupa. Namun keadaan ini akan kembali normal jika mereka telah sembuh dari depresi. *bunuh diri (suicide merupakan sebuah keadaan yang dialami oleh penderita depresi berat). Mereka tidak lagi bisa merasakan kesenangan, putus asa, merasa bersalah, tertekan yang luar biasa sehingga dalam pikirannya hanya ada keinginan untuk bunuh diri. *agitasi/retardasi (keadaan yang dapat menjadi agresif dan mengancam dengan emosi yang meluap-luap, atau dapat juga nampak sangat pasif, menolak bicara, wajahnya murung, dan tak bergairah)
- gejala lain (halusinasi); keadaan ini dapat berupa seakan-akan penderita melihat sesuatu atau mendengar suara padahal sebenarnya tidak ada.
Komentar
Posting Komentar